2:251 Nabi Daud AS Memerangi Jalut ( Al Baqarah 251)

 

فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

 Penakwilan firman Allah فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ (Mereka [tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan [dalam peperangan itu] Daud membunuh Jalut )

Abu Ja'far berkata: Maksud Allah SWT dengan firman-Nya itu: Thalut dan tentaranya menyerang tentara Jalut, 

وَقَتَلَ دَاوُرَدُ جَالُوت "Dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut" 

Daud dalam ayat ini adalah Daud bin Isya, Nabi Allah SAW. Dan dialah yang menyebabkan kematian Jalut, sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:

Dari Al Hasan bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrazzaq memberitahukan kepada kami, ia berkata: Bakar bin Abdullah memberitahukan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Wahab bin Munabbih berbicara, ia berkata: Ketika Thalut keluar, atau ia berkata: Ketika Thalut berhadapan dengan Jalut, Jalut berkata: Hadapkan padaku orang yang menantangku. Jika dia dapat membunuhku, maka kalian akan memiliki kerajaanku dan jika aku dapat membunuh, maka aku memiliki kerajaan kalian! 

Maka Daud datang menghadap Thalut, lalu Thalut menjanjikannya akan menikahkan Daud dengan anaknya dan akan diberikan sebagian hartanya jika dia dapat membunuh Jalut. Maka Thalut memakainya senjata dan Daud tidak suka menggunakan senjata itu. Lalu Daud berkata: Jika Allah SWT tidak membantuku memukulnya, maka senjata tidak berarti apa-apa. Maka dia keluar dengan ketapel dan kantung yang berisi batu. 

Kemudian berhadapan dengan Jalut dan Jalut bertanya kepadanya: Engkau yang akan bertarung denganku? Daud menjawab: Ya. Jalut berkata: Celaka kamu. Kamu tidak keluar kecuali seperti kamu keluar mengusir anjing dengan ketapel dan batu? Pasti akan aku cerai-beraikan dagingmu dan hari ini burung dan binatang buas pasti akan digabungkan! 

Daud berkata kepadanya: Engkau, wahai musuh Allah, bahkan lebih buruk dari anjing. Lalu Daud mengambil sebuah batu dan melontarkannya dengan ketapel dan mengenai antara kedua matanya sampai menembus otaknya. Maka Jalut terjatuh dan pasukannya menyerah, lalu Daud memenggal kepalanya. Ketika pasukan kembali ke Thalut, mereka mengklaim telah membunuh Jalut. Di antara mereka ada yang membawa pedang dan senjatanya, atau badannya dan Daud menyembunyikan kepalanya. Maka Thalut berkata: Siapa yang datang dengan kematiannya, dialah yang telah membunuh. 

Maka Daud datang dan berkata kepada Thalut: Berikan padaku apa yang telah kamu janjikan padaku! Maka Thalut menyesal atas janjinya dan dia berkata: Anak perempuan raja harus ada maharnya dan engkau adalah orang yang berani, maka bawakan maharnya berupa 300 ghilfah (kulit ujung kelamin laki-laki) musuh kita! Dia berharap dengan itu Daud akan terbunuh. Maka Daud menggambar dan menawan 300 orang di antara mereka lalu dia memotong ghilfah mereka dan membawa dan Thalut harus mengawinkannya. Dia menyesal dan ingin membunuh Daud sehingga Daud lari ke gunung, Thalut mengejar dan mengepungnya. 

Pada suatu malam, Thalut dan penjaganya diserang kantuk yang sangat sangat, lalu Daud turun ke tempat mereka dan mengambil cerek Thalut yang digunakan oleh Thalut untuk minum dan berwudhu' dan Daud memotong beberapa helai janggut Thalut dan potongan pakaiannya, kemudian Daud kembali ke tempatnya dan menyeru [membuat perjanjian dengan] 860 penjagamu. Jika aku mau, aku dapat membunuhmu malam ini juga. Ini cerekmu, beberapa helai janggutmu dan potongan pakaianmu. Lalu dia mengirim semua itu ke Thalut. Maka Thalut tahu, bahwa kalau Daud mau, dia pasti telah membunuhnya dan itu membuatnya bersimpati padanya. 

Lalu dia mengadakan perjanjian dengan Daud dengan nama Allah SWT sehingga hal itu dianggap selesai. Lalu Daud pulang. Namun pada akhirnya, Thalut melanggar kesepakatan dan membuat muslihat untuk membunuh Daud dan Thalut tidak melawan musuh, kecuali musuh itu kalah sampai dia mati. Bakar berkata: Wahab ditanya dan aku mendengarkan: Apakah Thalut Nabi yang diberi wahyu? Wahab menjawab: Wahyu tidak datang kepadanya, tetapi ada Nabi yang menyertainya dipanggil Samuel, dia diberi wahyu dan dialah yang mengangkat Thalut menjadi raja

Dari Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Salamah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, ia berkata: Nabi Daud tinggal bersama empat orang saudaranya dan ayah yang telah tua. Ayah mereka berhalangan ikut perang dan Daud juga berhalangan karena dia menggembala kambing milik ayahnya. Daud adalah anak paling kecil. Empat orang saudaranya pergi bersama Thalut. 

Ayahnya memanggil Daud dan orang-orang saling mendekat. Ibnu Ishaq berkata: Daud, seperti yang disebutkan beberapa orang ulama dari Wahab bin Munabbih, adalah orang yang pendek, berwarna biru, sedikit rambut di kepalanya dan hatinya sangat bersih dan suci Ayahnya berkata kepadanya: Anakku, kita telah membuat bekal untuk saudara-saudaramu untuk menghadapi musuh. Bawakan ini kepada mereka. Jika kamu telah memberikannya pada mereka, cepat kembali kepadaku! Daud berkata: Akan aku lakukan. 

Lalu dia keluar dan membawa bekal untuk saudaranya dan dia juga membawa kantung yang berisi batu dan ketapel yang digunakannya untuk melempar kambingnya. Sampai ketika dia berangkat meninggalkan ayahnya, dia melewati sebuah batu dan batu itu berkata: Wahai Daud, ambillah aku dan letakkan aku dalam kantungmu. Engkau akan membunuh Jalut denganku. Aku ini batu Ya'qub! Lalu Daud mengambil dan meletakkannya di dalam kantungnya lalu dia berjalan lagi. Ketika dia berjalan, tiba-tiba dia melewati sebuah batu yang lain dan batu itu berkata: Wahai Daud, ambillah aku dan letakkan aku dalam kantungmu. Engkau akan membunuh Jalut denganku. Aku ini batu Ishaq. Lalu Daud mengambil dan meletakkannya di dalam kantungnya lalu dia berjalan lagi. Ketika dia berjalan, tiba-tiba dia melewati sebuah batu yang lain dan batu itu berkata: Wahai Daud, ambillah aku dan letakkan aku dalam kantungmu. Engkau akan membunuh Jalut denganku. Aku ini batu Ibrahim. Daud mengambil dan meletakkannya di dalam kantungnya. 

Kemudian dia berjalan sampai tiba di kaumnya dan dia memberikan apa yang dia bawa kepada saudaranya. Dia mendengar di dalam pasukan, orang-orang berbicara Jalut, kebesarannya dan kekaguman mereka dan mereka membesar-besarkannya. Daud berkata kepada mereka: Demi Allah, kalian membesar-besarkan musuh. Aku tidak tahu bagaimana dia. Demi Allah, jika aku melihatnya pasti aku akan membunuhnya. Hadapkan aku pada raja! Lalu dia menghadap raja Thalut dan dia berkata: Wahai raja, aku melihat kalian membesar-besarkan musuh dan demi Allah, jika aku melihat aku pasti akan membunuh! Thalut berkata: Anakku, kekuatan apa yang kamu miliki untuk membunuh Jalut? Apakah Anda telah menguji diri mu? 

Daud menjawab, Pernah seekor harimau menyerang anak kambingku. Maka aku menangkapnya dan aku mengambil kepalanya dan aku menghancurkan rahangnya lalu aku mengambil anak kambing itu dari mulutnya. Ambilkan aku baju besi dan lemparkan aku! Maka dibawakan untuknya baju besi dan dia melemparkannya untuk mengingatkan dan langsung dipakai. Mata Thalut dan Bani Israil yang ada di tempat itu terbelalak. 

Lalu Thalut berkata: Demi Allah, semoga engkau dapat menghancurkannya! Pagi harinya, mereka kembali ke Jalut dan ketika dua pasukan bertemu, Daud berkata: Tidak mau saya, yang mana Jalut! Maka Daud menunjuk Jalut yang berada di atas kuda memimpin pasukannya. Ketika Daud melihatnya, batu-batu yang ada di dalam kantung berloncatan dan salah satu batu berkata: Ambillah aku! Yang lain berkata: Ambillah aku! Batu yang satu lagi berkata: Ambillah aku! 

Maka Daud mengambil sebuah batu dan meletakkannya di ketapelnya, lalu dia melemparkannya dan mengenai antara dua mata Jalut dan menembus otaknya, lau dia terjatuh dari kuda dan Daud langsung membunuhnya. Kemudian tentara Jalut dapat dikalahkan dan orang-orang berkata: Daud telah membunuh Jalut dan Thalut telah digulingkan. Orang-orang yang mendatangi tempat Daud dan Thalut tidak disebut-sebut lagi. Hanya saja Ahli Kitab mengira bahwa ketika Bani Israil mendatangi Daud, Thalut ingin membunuh, tetapi Allah SWT mencegahnya dan dia mengakui kesalahannya dan bertaubat pada Allah SWT.

Diriwayatkan dari Wahab bin Munabbih tentang Thalut dan Daud, sebuah pendapat yang berbeda dengan dua riwayat yang telah kami sebutkan. Pendapat itu adalah:

AI Mutsanna menceritakan kepadaku, ia berkata: Ishaqmenceritakan kepada kami, ia berkata: Isma'il bin Abdul Karim menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdushshamad bin Ma'qil menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Wahab bin Munabbih berkata: Ketika Bani Israil menyerahkan kerajaan pada Thalut, diwahyukan pada Nabi Bani Israil untuk mengatakan pada Thalut: Perangi ahli Madyan dan jangan tinggalkan seorang pun hidup dan aku akan menampakkannya pada mereka! 

Maka Thalut keluar bersama rakyatnya sampai tiba di Madyan dan dia membunuh semua yang ada di sana kecuali rajanya, dia hanya menawannya dan menggiring kambing-kambing mereka. Maka Allah SWT mewahyukan pada Nabi Samuel: Tidakkah kau heran pada Thalut. Aku perintah dia dan dia mengkhianatinya. Dia menjadikan raja mereka tawanan dan dia menggiring kambing-kambing mereka. Temui dia dan katakan padanya: Aku akan mencabut kekuasaan dari rumahnya dan itu tidak akan kembali sampai hari kiamat, karena Aku memuliakan orang yang menaati-Ku dan menghinakan orang yang menghina perintah-Ku! 

Maka Nabi Samuel menemuinya dan berkata: Apa yang telah engkau perbuat? Kenapa engkau jadikan raja mereka tawanan dan kenapa engkau giring kambing-kambing mereka? Thalut menjawab: Aku menggiring kambing-kambing itu agar aku dapat mendekatinya. Samuel berkata kepadanya: Sesungguhnya Allah SWT telahmencabut kerajaan dari rumahmu dan itu tidak akan kembali sampai hari kiamat. 

Lalu Allah SWT mewahyukan pada Samuel agar dia menuju rumah Isya. Mintalah agar dia memperlihatkan anck-anaknya padamu den minyakilah anak yang aku perintahkan nanti padamu urituk engkau minyaki dengan minyak suci agar dia menjadi raja bagi Bani Israil! Maka samuel berangkat dan tiba di rumah Isya. lalu dia berkata: Tunjukkan kepadaku semua anakmu! 

Maka Isya memanggil anaknya yang paling besar. Lalu datang seorang yang gemuk dan tampan. Ketika Samuel melihatnya, dia kagum dan berkata: Alhamdulillah. Sesungguhnya Allah SWT Maha Melihat akar hamba-hamba-Nya! Maka Allah SWT mewahyukan kepadanya: Sesungguhnya kedua matamu melihat apa yang tampak saja, Dan aku melihat apa yang ada di hatinya. Bukan dia, tunjukkan yang lain padaku. Maka ditunjukkan 6 orang dan setiap kali Samuel berkata: Bukan yang ini. Maka dia bertanya pada Isya? Apakah engkau punya anak selain mereka? Isya menjawab: Ya. Aku punya seorang anak yang berkulit coklat kemerah-merahan dan dia sedang menggembala kambing. Samuel berkata: Panggil dia

Ketika Daud datang dengan kulitnya yang coklat kemerah-merahan, Samuel meminyakinya dengan minyak suci dan berkata kepada ayahnya: Sembunyikan ini. Kalau Thalut melihatnya, dia akan membunuh anak ini. 

Sementara itu, Jalut berjalan di depan kaumnya menuju Bani Israil dan Thalut berialan bersama pasukannya dari Bani Israil. Mereka bersiap-siap untuk berperang. Maka Jalut mengutus seorang utusan kepada Thalut: Kenapa engkau membunuh kaumku dan aku membunuh kaummu? Bertarunglah engkau denganku atau bertarunglah denganku orang yang kau inginkan. Jika aku dapat membunuhmu, maka kerajaanmu menjadi milikku dan jika engkau dapat membunuhku, maka kerajaanku menjadi milikmu.

Maka Thalut mengirim utusan yang berteriak di tempat para tentara: Siapa yang mau bertarung dengan Jalut.  Jika dia dapat membunuh Jalut. maka raja akan menikahkannya dengan anaknya dan akan membagi kerajaannya Maka Isya mengutus Daud kepada saudara-saudaranya

 -Ath-Thabari mengatakan: Dia adalah Isya, tetapi muhaddits mengatakan: Isya-yang sedang berada dalam barak tentara Maka Isya berkata: Pergilah dan temui saudara-saudaramu dan beritahukan aku apa yang mereka perbuat. Maka Daud mendatangi saudara-saudaranya dan dia mendengar suara: Raja berkata: Siapa yang mau bertarung dengan Jalut, jika dia dapat membunuhnya maka raja akan menikahkannya dengan anaknya. 

Daud berkata kepada saudara-saudaranya: Tidakkah ada di antara kalian yang mau bertarung dengan Jalut, lalu membunuhnya dan menikahi anak raja? Mereka berkata: Engkau ini anak yang bodoh. Siapa yang mampu melawan Jalut, sedangkan dia termasuk orang yang kejam? Ketika Daud tidak melihat adanya keinginan dari mereka, dia berkata: Aku akan pergi membunuhnya! Maka mereka menghardiknya dan memarahinya. Ketika mereka lengah, Daud pergi dan datang orang yang berteriak tadi, lalu Daud berkata: Aku akan bertarung dengan Jalut.

Orang itu membawanya ke hadapan raja dan dia berkata: Tidak ada seorang pun yang menjawabku kecuali seorang anak dari Bani Israil ini? Maka raja berkata: Anakku, engkau akan bertarung dengan Jalut dan membunuhnya? Daud menjawab: Ya. Raja bertanya lagi: Apakah engkau pernah menjinakkan sesuatu? Daud menjawab: Ya. Aku adalah penggembala kambing. Tiba-tiba harimau menyerang kambing-kambingku Maka aku mengambil rahangnya dan aku hancurkan.

 Daud meminta busur dan perlengkapan lainnya pada raja, lalu mengenakannya dan dia menunggang kuda kemudian berjalan sebentar. Lalu Daud turun dari kudanya dan kembali kepada raja. Raja dan orang-orang yang ada di sekitarnya berkata: Anak penakut! Daud datang dan berdiri di hadapan raja. Raja bertanya: Ada apa denganmu? Daud menjawab: Jika Allah SWT tidak membunuhnya untukku, kuda dan senjata ini juga tidak dapat membunuhnya. Biarkan aku membunuhnya dengan caraku. Raja berkata: Silakan anakku.

Maka Daud mengambil kantungnya dan diikatkannya dan menaruh beberapa batu ke dalamnya. Lalu dia mengambil ketapelnya yang dia gunakan untuk menggembala, lalu dia berjalan menuju Jalut. Ketika dia mendekati pasukan Jalut dia berkata: Di mana Jalut yang akan bertarung denganku? Maka tampak olehnya Jalut berada di atas kuda dengan senjata lengkap. Ketika Jalut melihatnya, dia berkata: aku bertarung denganmu? Daud menjawab: Ya. Jalut berkata: Engkau datang padaku dengan ketapel dan batu seperti engkau mendatangi anjing? Daud menjawab: Itu dia. Jalut berkata lagi: Tidak mengapa. Aku akan membagi-bagi dagingmu untuk burung langit dan binatang buas di bumi. Daud berkata: Atau Allah yang akan membagi-bagi dagingmu. 

Lalu Daud meletakkan sebuah batu dalam ketapelnya, kemudian dia memutarnya dan melemparkannya ke arah Jalut dan mengenai batang hidungnya sehingga bercampur dengan otaknya dan dia jatuh dari kudanya, Lalu Daud mendatanginya dan memenggal kepalanya dengan pedangnya dan menaruhnya di kantungnya dan membawanya ke hadapan Thalut. Mereka sangat senang dan Thalut pulang.

Di dalam kota, Thalut mendengar orang-orang menyebut-nyebut Daud dan diameratakan dirinya. Daud mendatanginya dan berkata: Beri aku perempuanku! Thalut menjawab: Engkau menginginkan anak raja tanpa mahar? Daud berkata: Engkau tidak mensyaratkan mahar kepadaku dan aku tidak punya apa-apa. Thalut berkata: Aku tidak akan bersantai dengan sesuatu yang tidak dapat kamu sanggupi. Engkau adalah orang-orang berani dan di pegunungan kita ini ada orang-orang kanibal yang memerangi rakyat dan mereka telanjang. Jika Anda dapat membunuh 200 orang dari mereka, maka bawakan saya 200 ghilfah (kulit ujung kemaluan laki-laki). 

Maka setiap kali Daud membunuh seorang di antara mereka, dia menyusun ghilfahnya dalam benang dan menyusunnya sampai 200 ghilfah. Lalu Daud mengambil ke hadapan Thalut dan melemparkannya ke arahnya dan berkata: Berikan perempuanku! Aku telah memberikan apa yang kamu syaratkan padaku. Maka Thalut mengawinkannya dengan anak kecil.

Orang-orang sering mengelu-elukan Daud dan mereka bertambah kagum padanya. Maka Thalut berkata pada anak laki-lakinya: Bunuhlah Daud! Anaknya berkata: Subhanallah. Bukankah dia adalah keluargamu! Thalut berkata: Dia anak yang bodoh. Aku tidak melihatnya kecuali dia akan mengeluarkanmu dan keluargamu dari kerajaan ini. Ketika dia mendengarnya dari ayahnya, dia bertemu saudara-saudaranya yang berumur dan berkata: Aku takut ayahmu akan membunuh suamimu Daud. Perintahkan dia untuk hati-hati dan menyingkir darinya. Maka istri Daud mengatakan itu pada Daud dan dia langsung menghilang.

Pada pagi hari, Thalut mengutus orang untuk memanggil Daud dan istrinya telah membuat, di atas tempat tidur, seperti bentuk seseorang yang sedang tidur dan berselimut. Ketika utusan Thalut datang dan bertanya: Di mana Daud? Dia dipanggil raja! Istrinya menjawab: Semalaman dia mengeluh dan sekarang sedang tidur. Kalian dapat melihatnya di atas tempat tidur. Mereka kembali kepada Thalut dan memberitahukan hal itu. Setelah satu jam, Thalut mengutusnya lagi. Maka istri Daud berkata: dia masih tidur. Mereka kembali ke raja dan raja berkata: Bawa dia meskipun dalam keadaan tidur! Maka mereka mendatangi tempat tidurnya dan tidak menemukan siapa-siapa di sana. Mereka menemui raja dan memberitahukannya. Maka raja mengutusnya kepada istri Daud dan berkata: apa yang membuatmu membohongi aku? Istri Daud menjawab: Dia menyuruhku seperti itu. Aku takut jika aku tidak melakukannya, dia akan membunuhku. Daud lari ke gunung sampai Thalut terbunuh dan setelah itu Daud menjadi raja

Dari Muhammad bin Amr menceritakan kepadaku, ia berkata: Abu Ashim menceritakan kepada kami, dari Isa dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid, ia berkata: Thalut adalah pemimpin pasukan. Ayah Daud dan Daud mengirim sesuatu untuk saudara-saudara Daud. Maka Daud berkata pada Thalut: Kalau aku bisa membunuh Jalut, apa yang aku dapatkan? Thalut berkata: Engkau akan sampai ke dalam kerajaanku dan aku akan menikah dengan anakku. 

Lalu Daud mengambil kantungnya dan meletakkan tiga batu di dalamnya dan dia memberi nama batu-batu itu dengan Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub, kemudian dia memasukkan tangannya dan berkata: Dengan nama Tuhanku dan Tuhan ayah-ayahku Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub! Maka dia mengeluarkan batu Ibrahim dan meletakkannya di ketapelnya, maka batu tersebut membakar 33 sel kepalanya dan membunuh 30 ribu orang di belakangnya.

Dari Musa bercerita padaku, ia berkata: Amr menceritakankepada kami, ia berkata: Asbath menceritakan kepada kami, dari As-Suddi, ia berkata: Pada hari itu, ayah Daud menempatkan sungai bersama Thalut dan bersama 13 orang anaknya dan Daud yang paling bungsu. Pada suatu hari, Daud mendatanginya dan berkata: Ayah, janganlah aku melempar sesuatu dengan ketapelku ini, kecuali aku menjatuhkannya. Ayahnya berkata: wahai anakku, bergembiralah. Sesungguhnya Allah SWT menjadikan rezekimu dalam ketapelmu itu! Lain waktu Daud datang lagi dan berkata: Ayah, aku memasuki pegunungan dan aku menemukan gunung yang rata, maka aku menungganginya dan aku mengambil kedua telinga dan dia tidak menyerangku.

Ayahnya berkata: Bergembiralah wahai anakku. Ini adalah kebaikan yang diberikan Allah SWT kepadamu! Lain waktu Daud datang lagi dan berkata: Ayah, aku berjalan di antara gunung-gunung, lalu aku berenang dan gunung itu berenang bersamaku. Ayahnya berkata: Bergembiralah wahai anakku. Ini adalah kebaikan yang diberikan Allah SWT kepadamu!

Daud adalah seorang penggembala dan ayahnya membawakan makanan untuknya dan untuk saudara-saudaranya. Lalu datanglah seorang Nabi dengan sebuah tanduk yang ada minyaknya dan baju dari besi. Lalu dia mengirimnya kepada Thalut dan berkata: Temanmu yang akan membunuh Jalut jika tanduk ini diletakkan di kepalanya, tanduk ini akan bergolak sehingga dia berminyak dan tidak mengalir ke wajahnya dan di atas kepalanya seperti bentuk mahkota lalu dia masuk ke dalam baju besi itu dan memenuhinya. Maka Thalut memanggil Bani Israil dan bertanya pada mereka, tetapi tidak ada yang cocokKetika mereka selesai, Thalut berkata kepada ayah Daud: Apakah kamu punya anak lagi yang belum kamu lihat kepada kami? Ayah Daud menjawab: Ya. Tinggallah anakku Daud dan dia akan datang membawa makanan kami. 

Ketika Daud mendatanginya, dia melewati tiga buah batu di jalan dan mereka berbicara padanya dan berkata: Wahai Daud ambillah kami. Engkau akan membunuh Jalut dengan kami! Maka Daud menarik dan menaruhnya di kantungnya. Thalut pernah berkata: Siapa yang dapat membunuh Jalut, akan aku kawinkan dia dengan puteriku dan akan aku percayakan padanya kerajaanku. Ketika Daud datang, mereka meletakkan tanduk itu di kepalanya. Maka tanduk itu mendidih hingga berminyak dan dia memakai baju besi dan sanggup mengembannya. Daud adalah orang yang sakit-sakitan dan pucat. Tidak ada seorang pun yang memakainya, kecuali dia akan bergetar. Ketika Daud mengenakannya, pakaian itu menyempit sampai rusak. Kemudian dia berjalan menuju Jalut. Jalut adalah orang yang besar dan kuat.

Ketika Jalut melihat Daud muncul rasa takut di dalam hatinya, lalu dia berkata: Anak muda, pulanglah. Aku tidak akan membunuhmu! Daud berkata: Tidak, bahkan aku yang akan membunuhmu. Lalu dia mengeluarkan batu dan meletakkannya di ketapelnya. Setiap kali dia mengambil batu, dia memberi nama. Dia berkata: ini dengan nama bapakku Ibrahim. Yang kedua: dengan nama bapakku Ishaq dan batu yang ketiga dengan nama bapakku Israil. Kemudian dia memutar-mutar ketapelnya sehingga batu-batu itu menjadi satu, lalu dia lontarkan dan pecahlah antara dua mata Jalut, kepalanya hancur dan Daud membunuhnya. Kemudian batu-batu itu membunuh setiap orang yang dikenainya sehingga tidak ada seorang pun yang ada di hadapannya.

Saat itu mereka menyerang pasukan Jalut dan Daud berhasil membunuh Jalut. Thalut pulang dan menikahkan Daud dengan puterinya dan mempercayakan urusan kerajaan kepadanya.

Maka orang-orang condong kepada Daud dan mereka mencintainya. Ketika Thalut melihat hal itu, muncul rasa dengki dalam hatinya dan dia ingin membunuh Daud. Daud mengetahui hal itu, maka dia mengkafani tempat khamer di tempat tidurnya. Thalut memasuki tempat tidur Daud dan Daud telah pergi. Maka Thalut memukul tempat khamer itu sekali pukul dan hancur. Maka khamer itu mengalir dan satu tetes jatuh ke mulut, maka dia berkata: Semoga Allah merahmati Daud. Berapa banyak dia minum khamer! Kemudian Daud mendatanginya di rumahnya dan dia sedang tidur. Lalu Daud meletakkan dua anak panah di kepalanya, di kedua kakinya, di keningnya, di kirinya, masing-masing dua anak panah lalu dia pergi.

Ketika Thalut bangun, dia melihat banyak anak panah dan dia segera tahu dan berkata: Semoga Allah merahmati Daud. Dia lebih baik dariku. Jika aku mendapatkannya, aku akan membunuh. Dan dia telah mendapatkanku, dan dia tidak membunuhku. Suatu hari, Thalut menunggang kuda dan dia menemukan Daud berjalan di tanah lapang. Thalut berkata: Hari ini, aku akan membunuh Daud! Jika daud bersembunyi, dia tidak akan ditemukan. Maka Thalut menelusuri jejak Daud. Daud takut dan semakin takut, lalu dia memasuki sebuah goa. Allah SWT mewahyukan kepada laba-laba untuk membuat rumah di sana. Ketika Thalut sampai di goa itu, dia melihat bangunan rumah laba-laba. Dia berkata: Jika masuk ke sini, rumah laba-laba ini pasti hancur. Maka dia menimbang-nimbang dan lalu meninggalkannya. 

Diceritakan padaku dari Ammar bin Al Hasan, ia berkata: Ibnu Abi Ja'far menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Ar-Rabi', ia berkata: Disebutkan kepada kami bahwa ketika Daud mendatangi mereka, dia telah meletakkan tiga batu di dalam kantungnya. Jalut telah maju mengajak mereka berduel dan berseru: Satu lawan satu! Maka Thalut berkata: Siapa yang mau berduel dengannya. Kalau tidak ada yang mau, aku yang akan berduel disana. Daud bangkit dan berkata: Aku. Thalut mendekatinya dan memperkuat baju besinya dan dia mulai melihatnya pantas dan tegap. Thalut merasa kagum dengan itu, lalu dia menyiapkan semua perlengkapannya. Daud melempari mereka dengan batu dan mengenai mereka. Kemudian dia melempar batu kedua dan juga mengenai mereka. Lalu dia melempar batu yang ketiga, maka terlemparlah Jalut. Maka Allah SWT menganugerahkan kerajaan dan hikmah dan mengajarkannya apa yang Dia kehendaki dan dia menjadi pimpinan mereka dan mereka menaatinya.

Dari  Yunus menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahab memberitahukan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid menceritakan kepadaku tentang firman Allah SWT : أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَا مِنْ بَنِي إِسْرَاءِيل "Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil". (Qs. Al Baqarah [2]: 246), dia membacanya 

فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ : sampai 

"Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim". (Qs. Al Baqarah [2]: 246) Dia berkata: Allah SWT telah mewahyukan pada Nabi-Nya bahwa di antara anak fulan terdapat seseorang yang melalui tangannya, Allah membunuh Jalut. Di antara tandanya adalah tanduk ini yang diletakkan di atas kepalanya, maka air akan memancar.

Maka Nabi itu mendatangi ayah Daud dan berkata: Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan mengingat bahwa di antara anakmu ada yang akan Allah SWT pilih untuk membunuh Jalut. Ayah Daud menjawab: Ya, wahai Nabi Allah. Nabi itu berkata: Maka dia mengeluarkan 12 orang yang tinggi-tinggi. Di antara mereka ada yang luar biasa. Maka Nabi itu mulai mencoba tanduk itu pada mereka dan dia tidak melihat apa-apa. Dia berkata pada anak yang gemuk itu: Kembalilah, maka dia kembali. Maka Allah SWT mewahyukan padanya: sesungguhnya kami tidak mengambil orang karena bentuknya, tetapi kami mengambil mereka karena kebaikan hatinya. Dia berkata: Tuhanku, dia mengira dia tidak memiliki anak lagi. Allah SWT menjawab: Dia berdusta. Lalu Nabi itu berkata: Tuhanku telah mendustakanmu. Engkau mempunyai anak selain mereka. Maka dia berkata: Allah benar wahai Nabi Allah. Aku mempunyai anak yang pendek dan aku malu kalau dia dilihat orang dan aku menjadi penggembala kambing.

Nabi itu bertanya: Di mana dia? Ayah Daud menjawab: Di lembah ini dan ini dari gunung ini dan ini. Maka Nabi itu mencarinya dan dia menemukan lembah yang mengalir antara dia dan tempat dia beristirahat. Dia berkata: Dia mendapatinya sedang membawa dua anak kambing sambil menghabiskan aliran itu dan dia tidak menenggelamkan dua anak kambing itu di lembah tersebut. Ketika Nabi itu melihatnya berkata: inilah dia orangnya, tidak diragukan lagi. Dia menyayangi binatang dan pasti dia lebih sayang pada manusia. Maka dia meletakkan tanduk di kepalanya dan pas sekali. Lalu dia bertanya: Anak saudaraku, apakah kamu melihat di sini sesuatu yang membuat kagum? Dia menjawab: Ya. Jika aku berenang, gunung-gunung ikut berenang bersamaku. Jika harimau atau serigala atau binatang buas datang lalu mengambil seekor kambing, aku mendatanginya, aku membuka rahangnya dan dia tidak menyerangku. Dia menemukan kantung bersamanya. Dia berkata: Dia melewati tiga batu yang saling meloncat dan masing-masing berkata: Aku yang akan diambilnya. Yang lain berkata: Tidak, tetapi dia akan mengambilku. Yang lain mengatakan seperti itu juga. Maka dia mengambil semua batu itu dan meletakkannya dalam kantungnya.

Ketika dia datang bersama Nabi itu, dan mereka keluar. Nabi itu berkata kepada mereka: إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu" (Qs. Al Baqarah [2]: 247) dari kisah Nabi mereka dan kisah mereka telah Allah SWT sebutkan dalam al-Qur'an dan dia membaca sampai وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ dan Allah beserta orang-orang yang sabar" (Qs. Al Baqarah [2]: 249) Dia berkata: Mereka semua berkumpul. Lalu dia membaca :

 وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ  الْكَافِرِينَ "Dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir". (Qs. Al Baqarah [2]: 250)

Jalut berada di atas kudanya yang memiliki bercak-bercak. Di tangannya ada busur dan anak panah. Dia berkata: Siapa yang akan bertarung? Apakah pemimpin kalian yang akan bertarung denganku? Dia berkata: Thalut takut padanya. Lalu dia menoleh ke sahabatnya dan berkata: Siapa hari ini yang bisa membunuh Jalut untukku? Maka Daud menjawab: Aku. Thalut berkata: Kemarilah. Lalu dia melepaskan baju besinya dan mengenakannya pada Daud. Nabi itu berkata: Allah SWT telah meniupkan dari ruhnya di dalamnya sehingga memenuhinya. Lalu dia melempar sebuah anak panah dan mengenai baju besi itu. Daud menghacurkannya tiga kali dan dia tidak apa-apa. Lalu Thalut berkata: Ambillah sekarang. Daud berkata: Ya Allah, jadikanlah dia sebuah batu. Dia memberi nama satu batu dengan Ibrahim, satu lagi dengan Ishaq dan satu lagi dengan Ya'qub. Lalu dia menghimpun semuanya dan menjadikannya satu batu.

Kemudian dia mengambil batu tersebut dan mengambil ketapelnya, lalu diputar-putar siap untuk dilemparkan. Jalut berkata: Engkau akan melemparku seperti engkau melempar binatang buas dan serigala? Lempar aku dengan busur. Daud berkata: Aku tidak melemparmu dengan busur pada hari ini kecuali dengan ini. Dia juga berkata: Ya, kamu lebih hina dari serigala. Lalu Daud memutarnya dan di dalamnya ada perintah dan kekuasaan Allah SWT. Dia berkata:Biarkan dia menempuh jalan yang diperintah. Maka batu itu datang berupa awan dan mengenai antara dua mata Jalut hingga menembus tengkuknya. Kemudian batu itu membunuh pengikut Jalut di belakangnya sekian dan sekian dan Allah SWT telah mengalahkan mereka .

Dari Al Qasim menceritakan kepada kami, ia berkata: Al Husain menceritakan kepada kami, ia berkata: Hajjaj menceritakan padaku, dari Ibnu Juraij, ia berkata: Ketika mereka melewati sungai yang Allah SWT katakan sebagi ujian bagi mereka melalui ucapan Thalut: إن اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai” (Qs. Al Baqarah [2]: 249), Jalut datang dan Thalut sulit membunuh. Maka Thalut berkata: Kalau Jalut dihilangkan, aku akan diberikan kepada orang yang membunuh sebagian kerajaanku dan aku akan bagi paruh semua milikku. Maka Allah SWT mengutus Daud. Saat itu Daud sedang berada di gunung menggembala kambing. 9 orang saudara Daud ikut berseru bersama Thalut. Mereka lebih pantas dan lebih kaya darinya, lebih dikenal orang dan lebih dekat kepada Thalut dari pada dirinya. Mereka merekrut dan meninggalkannya di tempat penggembalaan.

Saat dia menjumpai Allah SWT dalam dirinya dan memuliakannya, Daud berkata: Hari ini, aku titipkan kambingku pada Allah SWT. Aku akan mendatangi orang-orang dan aku akan tahu ucapan raja bagi siapa yang dapat membunuh Jalut. Maka Daud mendatangi saudara-saudaranya dan mereka menghardiknya dan berkata: Kenapa kamu datang? Dia menjawab: Aku akan membunuh Jalut. Allah SWT telah menakdirkan bahwa aku akan membunuhnya. Maka mereka mengejeknya. Ibnu Juraij berkata: Mujahid berkata: Ayah Daud mengirimkan sesuatu untuk saudara-saudara Daud lewat Daud dan Daud mengambil kantung dan memasukkan tiga buah batu ke dalamnya kemudian dia memberikan nama Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub.

Ibnu Juraij berkata: Mereka berkata: Daud adalah orang yang lemah dan kumal. Dia melewati tiga buah batu. Batu-batu itu berkata kepadanya: Wahai Daud, ambillah kami dan bunuhlah Jalut dengan kami. Maka Daud mengambil batu ketiga itu dan menaruhnya di dalam kantungnya. Ketika dia menaruhnya, dia mendengar sebuah batu berkata kepada temannya: Aku adalah batu Harun yang telah membunuh raja ini dan itu. Batu kedua berkata: Aku adalah batu Musa yang telah membunuh raja ini dan itu. Batu ketiga berkata: Aku adalah batu Daud yang akan membunuh Jalut. Dua batu itu berkata: Wahai batu Daud, kami adalah penolongmu, maka jadilah kita satu batu. Batu itu berkata: Wahai Daud, lontarkan aku karena aku akan meminta bantuan pada angin. Tempurung kepalanya seperti kata mereka ada 600 kati, dan letakkan aku di kepala Jalut dan aku akan dibunuh.

Ibnu Juraij berkata: Mujahid berkata: Dia memberi nama satu batu dengan Ibrahim, satu batu lainnya dengan Ishaq dan satunya lagi dengan Ya'qub dan Daud berkata: Dengan nama Tuhanku dan Tuhan ayah-ayahku Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub, dan dia memasukkan batu-batu itu ke dalam ketapelnya. Ibnu Juraij berkata: Daud berangkat menemui Thalut dan berkata: Engkau telah menjanjikan orang yang dapat membunuh Jalut sebagian dari kerajaanmu dan sebagian seluruh milikmu. Apakah aku akan mendapatkannya jika aku dapat membunuh Jalut? Thalut menjawab: Ya. Orang-orang mengolok-olok Daud dan saudara-saudaranya mengolok lebih dari itu. Thalut tidak mengutus seseorang yang dapat membunuh Jalut kecuali dia mengenakan baju besi miliknya. Jika dia tidak mampu menanggungnya, dia akan melepaskannya. Baju besi itu dibuat dari beberapa baju besi. Maka Thalut memakaikan baju besi Daud itu. 

etika dia melihat Daud mampu menanggungnya, dia menyuruhnya untuk maju dan Daud maju dan berdiri di tempat yang tidak ada seorang pun mampu berdiri di sana dengan memakai baju besi itu. Jalut berkata kepada Daud: Celaka kamu, siapa kamu? Aku menyayangimu. Majulah orang selainmu. Engkau orang yang lemah dan miskin. Pulanglah. Maka Daud berkata: Aku yang akan membunuhmu dengan izin Allah dan aku tidak akan pulang sebelum membunuhmu. Ketika Daud menolak mundur dan tetap ingin membunuh, Jalut maju untuk menyerang Daud. Maka Daud mengeluarkan batu dari kantungnya dan berdoa pada Allah SWT lalu melempar Jalut dengan batu itu. Angin melemparkan batok ke kepalanya dan batu itu mengenai kepala Jalut hingga masuk ke kerongkongannya lalu Daud membunuh.

Ibnu Juraij berkata: Mujahid berkata: Ketika jalut dilempar dengan batu, 33 sel kulitnya terbakar dan dibelakangnya menewaskan 30 ribu orang. Allah SWT berfirman: وَقَتَلَ دَاوُدُ جَالُوتَ "Dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut". Daud berkata kepada Thalut: Mana janjimu? Thalut tidak mau memberikannya, maka Daud pergi dan tinggal di sebuah kota sampai Thalut mati. 

Ketika Thalut mati, Bani Israil mendatanginya Daud, menjadikannya raja dan memberinya harta perbendaharaan Thalut. Mereka berkata: Hanya Nabi yang dapat membunuh Jalut. Allah SWT berfirman: 

وَقَتَلَ دَاوُدُ جَالُوتَ وَءَاتَهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ 

"Dan (dalam peperangan itu( Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepada apa yang dikehendaki-Nya" 

Penakwilan firman Allah: وَءَاتَهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَمَهُ منا  (Kemudian Allah memberikan kepadanya [Daud[ pemerintahan dan hikmah [sesudah meninggalnya Thalut] dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya)

Abu Ja'far berkata: Maksud Allah SWT dengan firman-Nya: Allah SWT memberikan Daud kerajaan dan hikmah serta mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Huruf ha' dalam firman-Nya: وَءَاتَهُ اللَّهُ "Kemudian Allah memberikan kepadanya" kembali ke Daud الملك adalah kekuasaan وَالْحِكْمَةَ adalah kenabian. Dan firman-Nya: وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ "Dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya". yaitu Allah SWT mengajarinya membuat baju perang dan kemampuan bercerita. Sebagaimana firman Allah SWT: Dan Telah kami ajarkan" وَعَلَّمْنَهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِنُحْصِنَكُم مِّنْ بَأْسِكُمْ kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu". (Qs. Al Anbiyaa` [21]: 80). Dan ada yang mengatakan bahwa makna firman Allah: وَءَاتَهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ "Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud( pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya" Allah SWT memberi Daud kerajaan Thalut dan kenabian Samuel, berdasarkan riwayat berikut:

Dari Musa bercerita padaku, ia berkata: Amr menceritakan


kepada kami, ia berkata: Asbath menceritakan kepada kami, dari As-Suddi, ia berkata: Daud menjadi raja setelah Thalaut dibunuh dan Allah SWT menjadikannya Nabi, sebagaimana وَاتَهُ اللهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ :firman-Nya "Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya" ia berkata: الحكمة adalah kenabian. Allah SWT memberi Daud kenabian Syam'un dan kerajaan Thalut. 

Penakwilan firman Allah Seandainya :   وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍلَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَاَمِينَ (Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.)

Abu Ja'far berkata: Maksud Allah SWT dengan firman-Nya itu: Kalau Allah SWT tidak menolak keganasan sebagian orang, yaitu orang-orang yang taat dan berimana kepada-Nya dengan sebagian lagi yaitu orang yang bermaksiat dan menyekutukan-Nya sebagaimana Dia menolak orang-orang yang menolak perintah Thalut pada saat melawan Jalut, yaitu orang-orang yang kafir pada Allah SWT dan mendurhakai-Nya dan Dia memberi mereka apa yang mereka minta dimulai dengan diutusnya raja bagi mereka agar mereka berjuang bersama di jalan Allah SWT dengan orang-orang yang beriman pada Allah SWT, yakin dan sabar untuk melawan Jalut dan pasukannya لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ "Pasti rusaklah bumi ini" maksud-Nya: Penduduk bumi akan binasa dengan hukuman Allah kepada mereka.

Maka dengan itu bumi akan hancur, tetapi Allah SWT memiliki kemurahan padamakhluk-Nya. Dia terus menolak keganasan orang yang berbuat dosa dengan orang yang berbuat baik, orang yang durhaka dengan orang yang taat kepada-Nya, orang kafir dengan orang yang beriman.

Ayat ini adalah pemberitahuan dari Allah SWT pada orang-orang munafik yang pada masa Rasulullah SAW menolak berjihad di jalan Allah dan menjadi syahid karena keraguan yang ada di dalam diri mereka dan hati mereka yang sakit, juga orang-orang musyrik dan kafir. Allah SWT akan menolak keganasan mereka dengan siksa yang cepat atas kekafiran dan kemunafikan mereka dengan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan rasul-Nya yang merupakan orang-orang yang memiliki mata hati dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT, mereka memiliki keyakinan dengan realisasi Allah terhadap janji-Nya pada mereka untuk berjihad melawan musuh-musuh-Nya dan musuh Rasul-Nya berupa kemenangan yang cepat dan kemenangan dengan surga-surga-Nya di akhirat. Ahli tafsir sependapat dengan kami, sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:

Dari Muhammad bin Umar menceritakan kepadaku, ia berkata: Abu Ashim menceritakan kepada kami, dari Isa dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid tentang firman Allah: وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ "Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini" ia berkata: Kalau Allah SWT tidak menolak keganasan orang-orang yang berbuat dosa dengan orang-orang yang berbuat baik dan cara penolakan Allah dengan mengganti mereka satu dengan yang lain, maka لَفَسَدَتِ الأرض "Pasti rusaklah bumi ini." yaitu binasa penghuninya. 

Dari Al Mutsanna menceritakan kepadaku, ia berkata: Abu Hudzaifah menceritakan kepada kami, ia berkata: Syibil menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ tentang firman Allah الأرض "Seandainya Allah tidak menolak (keganasan( sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini" ia berkata: Kalau Allah SWT tidak mempertahankan orang-orang baik dari orang-orang durhaka dan mengganti sebagian manusia dengan lainnya, pasti penduduk bumi akan binasa. 

Dari Ibnu Waki' menceritakan kepada kami, ia berkata: ayahku menceritakan kepada kami, dari Hanzhalah dari Abu Muslim, ia berkata: Aku mendengar Ali berkata: Kalau tidak ada orang-orang Islam di antara kalian, pasti kalian binasa. 

Dari  Al Mutsanna menceritakan kepadaku, ia berkata: Ishaq menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Abi Ja'far menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Ar-Rabi' tentang وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ :firman Allah "Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini" ia berkata: akan binasa siapa yang ada di bumi

Dari Abu Hamid Al Himsi Ahmad bin Al Mughirah menceritakan kepada kami, ia berkata: Yahya bin Sa'id menceritakan kepada kami, ia berkata: Hafsh bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Suqah dari Wabrah bin Abdurrahman dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah SWT akan menolak dengan seorang mukmin yang saleh 100 orang keluarganya dari bencana. Lalu وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ : Ibnu Umar membaca الأرض "Seandainya Allah tidak menolak (keganasan( sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini

Dari Ahmad Abu Hamid Al Himshi menceritakan kepadaku, ia berkata: Yahya bin Sa'id menceritakan kepada kami, ia berkata: Utsman bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah, ia berkata:

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيُصْلِحُ بِصَلَاحِ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ وَلَدَهُ وَوَلَدَ وَلَدِهِ وَأَهْلَ دُوَيْرَتِهِ وَدُوَيْرَاتِ حَوْلَهُ، وَلَا يَزَالُوْنَ فِي حِفْظِ اللَّهِ مَا دَامَ فِيْهِمْ

"Sesungguhnya Allah SWT akan memperbaiki -dengan kesalehan seorang muslim- anaknya, сисиnya, keluarganya, keluarga di sekitarnya dan mereka senantiasa berada dalam penjagaan Allah SWT, selama dia berada di antara mereka. 

Sumber : Tafsir At Thabari Bag 4 hal  388 sd 414




Comments