فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ ۚ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ ۚ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku". Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya". Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar".
Abu Ja'far berkata: Dalam pemberitaan Allah SWT ini, ada kalimat yang ditinggalkan seperti yang telah kami sebutkan. Maknanya: Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda bagi kalian jika kalian beriman, maka Tabut datang pada mereka yang di dalamnya ada ketenangan dari Tuhan mereka dan peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh malaikat, sehingga mereka membenarkan Nabi mereka dan yakin bahwa Allah SWT telah mengutus Thalut sebagi raja mereka dan mereka tunduk padanya. Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah: فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ "Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya" Dia tidak berangkat bersama mereka jika mereka tidak ridha padanya dan tidak menerima kekuasaannya karena dia bukan orang yang dapat memaksa mereka untuk itu dan menyangka dia membawa mereka secara paksa.
Pada hari itu, Thalut membawa tentaranya dari Baitul Maqdis dan mereka berjumlah 80 ribu orang dan tidak ada Bani Israil yang menolak pergi bersamanya kecuali orang yang sakit karena sakitnya, orang yang tua karena ketuaannya atau orang yang tidak mampu pergi bersamanya, sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:
Dari Ibnu Humaid menceritakan padaku, ia berkata: Salamah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, ia berkata: Beberapa orang ulama memberitahukan kepadanya, dari Wahab bin Munabbih, ia berkata: Thalut keluar bersama mereka saat mereka mengikuti dan tidak ada yang menolak kecuali orang tua sakit yang, atau orang cacat atau orang yang berada dalam pekerjaannya yang ditinggalkan tidak bisa
Dari Musa menceritakan kepadaku, ia berkata: Amr menceritakan kepada kami, ia berkata: Asbath menceritakan kepada kami, dari As-Suddi, ia berkata: Ketika Tabut datang kepada mereka, mereka mengimani kenabian Syam'un, menerima kekuasaan Thalut dan mereka sebanyak 80 ribu orang keluar bersamanya
Abu Ja'far berkata: Ketika Thalut membawa mereka seperti itu yang telah kami jelaskan, dia berkata: إنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai" ia berkata: Sesungguhnya Allah SWT akan menguji kalian dengan sebuah sungai supaya Dia mengetahui ketaatan kalian pada-Nya.
5690. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Salamah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, ia berkata: Beberapa orang ulama menceritakan kepadaku dari Wahab bin Munabbih, ia berkata: Ketika Thalut keluar membawa tentaranya, mereka berkata: Air tidak mencukupi. Berdo'alah pada Allah SWT agar Dia mengalirkan sungai untuk kita! Maka Thalut berkata pada mereka: إِنَّ اللهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ " Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai
Allah SWT akan menguji mereka adalah sungai antara Yordania dan Palestina, sebagimana riwayat-riwayat berikut ini:
Dari Al Mutsanna menceritakan padaku, ia berkata: Ishaq menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Abi Ja'far menceritakan kepada kami, dari ayahnya dari Ar-Rabi', ia berkata : إِنَّ اللهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ " Sesungguhnya Allah akan memberikan kamu dengan suatu sungai" telah disebutkan pada kami dan Allah SWT lebih mengetahui bahwa itu adalah sebuah sungai antara Yordania dan Palestina.
Dari Al Qasim menceritakan kepada kami, ia berkata: al-Husain menceritakan kepada kami, ia berkata: Hajjaj menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij dari Ibnu Abbas tentang firman Allah: فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ "Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya" untuk menggerakkan dengan Jalut, Thalut berkata kepada Bani Israil: إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهْرٍ " Sejujurnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai" ia berkata: sebuah sungai antara Yordania dan Palestina dan itu sungai yang airnya tawar
Para ahli tafsir lainnya berkata: Itu sebuah sungai di Palestina, sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:
Dari Muhammad bin Sa'd menceritakan padaku, ia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, ia berkata: Pamanku menceritakan padaku, ia berkata: Ayahku menceritakan padaku, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, ia berkata: إن الله مُبْتَلِيكُم بنهرٍ " Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai" Sungai yang Bani Israil diuji selama ini adalah sungai di Palestina
Dari Musa menceritakan kepadaku, ia berkata: Amr menceritakan kepada kami, ia berkata: Asbath menceritakan kepada kami, dari As-Suddi tentang firman Allah: إنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ "Sejujurnya Allah akan mengantarkan kamu dengan suatu sungai", itu adalah sungai di Palestina .
Adapun firman Allah :
فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلا مَنِ اعْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ، فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ
"Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka" dan dia memberitahu mereka bahwa siapa yang tidak meminumnya, yakni dari air sungai itu, dan ha' pada: فَمَن شَرِبَ مِنْهُ "Siapa di antara kamu meminum airnya" dan dalam firman-Nya: وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ "Dan barangsiapa tiada meminumnya" kembali ke sungai dan maknanya: airnya. Air tidak disebutkan karena sudah dipahami oleh pendengar dengan menyebut sungai. Oleh karena itu yang dimaksud adalah air yang ada di sungai itu.
Makna firman-Nya: لَّمْ يَطْعَمْهُ "Dan barangsiapa tiada meminumnya" dia tidak merasakannya, maksudnya: Siapa yang tidak merasakan air sungai itu, dia termasukku.
Dia berkata: dia termasuk orang yang setia dan taat padaku dan termasuk orang yang beriman pada Allah SWT dan perjumpaan dengan-Nya. Kemudian dia terlibat من dalam firman Allah : وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ "Dan barangsiapa tiada meminumnya" orang-orang yang meminum seciduk air dengan tangan mereka. Maka dia berkata: siapa yang tidak meminum air sungai itu kecuali seciduk air yang diciduk dengan tangan, maka dia termasuk golonganku.
Abu Ja'far berkata: Disebutkan kepada kami bahwa mayoritas mereka meminum air sungai itu, maka siapa yang minum akan merasa haus, dan siapa yang menciduk dengan tangan dia akan merasa kenyang, sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:
Dari Bisyr menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa'id menceritakan kepada kami, dari Qatadah tentang firman Allah: فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ، فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ "Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka" maka kaum itu meminum berdasarkan keyakinan mereka. Adapun orang-orang kafir, mereka meminumnya tetapi tidak merasa kenyang. Adapun orang-orang yang beriman menciduk dengan tangannya, itu sudah memenuhinya dan mengenyangkannya ،إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ "Kecuali menceduk seceduk tangan"
Dari Al Hasan bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrazzaq memberitahukan kepada kami, ia berkata: Ma'mar memberitahukan kepada kami, dari Qatadah tentang firman Allah :
فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اعْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ
ia berkata: Orang-orang kafir meminumnya tetapi tidak kenyang-kenyang, sedangkan orang-orang yang beriman menciduknya dengan tangan dan itu mengenyangkannya
Dari Musa menceritakan kepadaku, ia berkata: Amr menceritakan kepada kami, ia berkata: Asbath menceritakan kepada kami, dari As-Suddi, ia berkata: Ketika Tabut dan apa yang ada di dalamnya berada di rumah Thalut, mereka mengimani kenabian Syam'un, menerima kekuasaan Thalut dan mereka sebanyak 80 ribu orang keluar untuk mengintimidasi. Jalut termasuk orang besar dan paling kejam. Tentaranya banyak dan dia serta tentaranya selalu mengalahkan musuh yang mereka temui. Maka ketika mereka keluar untuk berperang melawan Jalut, Thalut berkata kepada mereka
إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اعْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ
Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah dia pengikutku. dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan" maka mereka meminumnya karena kagum pada Jalut maka 4 ribu orang menutupi sungai dan 76 ribu lainnya pulang. Siapa yang meminum air sungai itu, dia akan haus, dan siapa yang tidak meminumnya kecuali seciduk tangan, dia akan kenyang".
Dari Yunus menceritakan padaku, ia berkata: Ibnu Wahab memberitahukan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid berkata: Allah SWT melalui lisan Thalut berkata saat pergi bersama para tentara: Tidak ada seorangpun yang menemaniku kecuali orang yang mempunyai niat jihad! Orang yang beriman tidak ada yang tertinggal dan orang munafik tidak mengikutinya, mereka kembali kafir karena mereka berdusta dalam ucapannya saat berkata: Kami tidak akan menyentuh air sungai itu seciduk pun atau kurang dari itu! Maka Thalut berkata kepada mereka: إن اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهْرٍ "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai" maka mereka berkata: Kami tidak akan menyentuh air sungai itu seciduk air pun atau kurang dari itu! Ibnu Zaid berkata: Sebagian besar mengambil seciduk air dengan tangan, mereka meminumnya dan itu mencukupi kebutuhan mereka. Dia berkata: Orang-orang yang tidak mengambil udara itu secidukpun lebih kuat dari orang-orang yang memiliki.
Dari Al Qasim menceritakan kepada kami, ia berkata: Al Husain menceritakan kepada kami, ia berkata: Hajjaj menceritakan kepadaku, dari Ibnu Juraij, ia berkata: Ibnu Abbas berkata إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي : tentang firman Allah Sesungguhnya Allah" وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اعْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan" Maka setiap orang meminum menurut kehendak hatinya. Siapa yang menciduknya dan dia taat, maka dia kenyang karena ketaatannya dan siapa yang meminum lebih banyak dan dia durhaka, maka dia tidak merasa kenyang karena kedurhakaannya.
Penakwilan firman Allah : فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ، قَالُوالا طاقة لنا (Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah melupakan sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya)
Abu Ja'far berkata: Maksud Allah SWT dengan firman-Nya itu: فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ "Maka tatkala Thalut menutupi" ketika Thalut menutupi sungai. Huruf ha' pada جَاوَزَهُ kembali ke sungai dan itu adalah kinayah dari nama Thalut. Dan firman-Nya : وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُ "Dan orang-orang yang beriman bersama dia" yaitu Dia menyeberangi sungai bersama orang-orang yang beriman, mereka berkata: ،لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya."
Ahli tafsir berbeda pendapat mengenai jumlah orang yang menyeberangi sungai bersama Thalut saat itu dan siapa yang mengatakan: لا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya". Sebagian mereka berkata: Jumlah mereka sama dengan jumlah pasukan Badr yaitu 300 ditambah belasan orang, sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:
Dari Harun bin Ishaq Al Hamdani menceritakan kepada kami, ia berkata: Mush'ab bin Al Miqdam menceritakan kepada kami, dan Ahmad bin Ishaq menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Ahmad Az-Zubairi menceritakan kepada kami, mereka semua berkata: Israil menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Ishaq menceritakan kepada kami dari Al Barra' bin Azib, ia berkata: Kami tentang jumlah pasukan Badr yang sama dengan jumlah pasukan Thalut yang sungai dan mereka semua beriman yaitu sebanyak 300 ditambah belasan orang
Dari Abu Kuraib menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Bakar menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Ishaq menceritakan kepada kami, dari Al Barra', ia berkata: Kami membicarakan soal jumlah pasukan Badr yang sama dengan jumlah pasukan Thalut yaitu sebanyak 300 ditambah belasan orang yang melintasi sungai.
Dari Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu 'Amir menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Ishaq dari Al Barra', ia berkata: Kami berbicara bahwa sahabat Nabi SAW pada perang Badr berjumlah 300 ditambah belasan orang, sama dengan pasukan Thalut yang tersebar di sepanjang sungai, dan hanya orang beriman yang menyebrang bersamanya
Dari Bisyr menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa'id menceritakan kepada kami, dari Qatadah, ia berkata: Disebutkan kepada kami bahwa Nabi SAW bersabda kepada para sahabat beliau pada saat perang Badar:
أَنْتُمْ بِعِدَّةِ أَصْحَابِ طَالُوْتَ يَوْمَ لَقِيَ جَالُوْتَ
"Jumlah kalian sama dengan jumlah pasukan Thalut saat mereka berjumpa Jalut". Jumlah sahabat Rasulullah SAW saat perang Badar adalah 300 ditambah belasan orang."
Dari Al Mutsanna menceritakan kepadaku, ia berkata: Ishaq menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Ja'far menceritakan kepada kami, dari ayahnya dari Ar-Rabi', ia berkata: Allah SWT menguji orang-orang yang beriman dengan sungai dan jumlah mereka 300 ditambah belasan orang lalu Daud datang untuk menggenapkan jumlah itu.
Para ahli tafsir lainnya berkata: Yang memegang sungai bersama Thalut berjumlah 4 ribu orang dan orang yang beriman berpisah dari orang kafir dan munafik saat bertemu Jalut, sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:
Dari Musa bin Harun menceritakan kepadaku, ia berkata: Amr menceritakan kepada kami, ia berkata: Asbath menceritakan kepada kami, dari As-Suddi, ia berkata: Bani Israil yang bersinggungan dengan Thalut berjumlah 4 ribu orang. Ketika Thalut dan orang-orang yang beriman di sampingnya lalu mereka melihat Jalut, mereka kembali lagi dan berkata: ،لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ "Tak ada sangggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya" Juga kembali sebanyak 3.680-an dan sisanya 300 ditambah belasan orang sejumlah pasukan Badr .
DariAl Qasim menceritakan kepada kami, ia berkata: Al Husain menceritakan kepada kami, ia berkata: Hajjaj menceritakan padaku, dari Ibnu Juraij, ia berkata: Ibnu Abbas, ia berkata: Ketika Thalut bersama orang yang beriman memenuhi sungai, orang-orang yang meminum air sungai berkata: لا طَاقَةَ لا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya" Abu Ja'far berkata: Pendapat yang paling benar adalah yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan yang dikatakan oleh As-Suddi bahwa yang menyeberangi sungai bersama Thalut adalah orang beriman yang tidak meminum air sungai kecuali seciduk tangan saja dan orang kafir yang meminum air sungai dengan banyak. Lalu perbedaan antara mereka berdua adalah saat melihat Jalut dan tentaranya. Orang-orang yang kafir dan munafik tidak mengindahkannya dan merekalah yang mengatakan : لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya" dan orang yang memiliki mata hati dengan perintah Allah SWT mereka pergi dan merekalah orang-orang yang teguh imannya dan mereka berkata:
كم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةٌ كَثِيرَةَ بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah dan Allah beserta orang-orang yang sabar".
Jika orang lalai mengira bahwa tidak mungkin orang yang memegang sungai bersama Thalut kecuali orang yang beriman yang teguh imannya dan yang hanya meminum seciduk tangan air sungai, karena Allah SWT berfirman: فَلَمَّا جَاوَزَهُ، هُوَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menuangkan sungai itu" telah diketahui bahwa hanya orang beriman yang menutupi sungai bersama Thalut berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al Barra' bin Azib, karena kalau orang yang kafir menutupi sungai seperti orang yang beriman maka Allah SWT tidak mengarah pada sebutan orang yang beriman. Hal ini mungkin dengan dugaannya.
Hal itu karena dia tidak mengingkari bahwa dua kelompok, yaitu kelompok orang yang beriman dan kelompok orang kafir sama-sama menyeberangi sungai, maka Allah SWT memberi tahu Nabi-Nya Muhammad SAW tentang orang-orang beriman yang menyeberangi sungai karena merekalah yang menyeberangi sungai bersama raja mereka dan Allah SWT tidak menyebut orang kafir, meskipun mereka juga menyatukan sungai bersama orang-orang yang beriman.
Dalilnya adalah firman Allah:
فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ، قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَقُوا اللَّهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ
"Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, ia berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah" Allah SWT menyebutkan bahwa orang-orang yang menyangka bahwa mereka akan menemui-Nya merekalah yang mengatakan saat menyeberangi sungai:
كم من فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةَ بِإِذْنِ اللَّهِ
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah" bukan orang yang tidak menyangka akan bertemu Allah SWT dan merekalah yang mengatakan:
لا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ
"Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya" dan tidak boleh menisbatkan iman pada orang yang membangkang bahwa mereka akan bertemu Allah SWT atau yang ragu dengan itu.
Penakwilan firman Allah : قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Abu Ja'far berkata: Ahli tafsir berbeda pendapat mengenai dua kelompok ini. Maksudku, siapa orang-orang yang mengatakan لا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ
"Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya" dan siapa yang mengatakan Berapa banyak terjadi" كُم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةٌ كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah"? Sebagian mereka berkata: kelompok yang mengatakan ،لا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya" adalah orang kafir dan munafik dan mereka tidak ikut berperang melawan Jalut dan tentaranya karena mereka memisahkan diri dari Thalut dan orang-orang yang teguh bersamanya untuk memerangi musuh Allah, Jalut dan pasukannya dan merekalah yang melanggar perintah Allah SWT karena mereka meminum air sungai, sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:
Dari Musa menceritakan kepadaku, ia berkata: Amr menceritakan kepada kami, ia berkata: Asbath menceritakan kepada kami, dari As-Suddi sama dengan itu dan itu adalah pendapat Ibnu Abbas dan baru saja kami menyebutkan riwayatnya
Dari Al Qasim menceritakan kepada kami, ia berkata: Al Husain menceritakan kepada kami, ia berkata: Hajjaj menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij: قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَدَقُوا اللَّهِ "Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan bertemu Allah, berkata" adalah orang-orang yang meminum seciduk air dan mereka beriman. Orang-orang yang pergi menelepon bersama Thalut adalah orang-orang yang beriman dan yang tidak ikut adalah orang-orang yang mengeluh.
Para ahli tafsir lainnya berkata: kedua kelompok ini adalah orang-orang yang beriman dan tidak seorangpun di antara mereka selain hanya meminum seciduk air, bahkan mereka semua orang-orang yang taat, tetapi sebagian mereka lebih benar keyakinannya dari yang lain. Merekalah yang diberitahukan oleh Allah SWT bahwa mereka mengatakan: كم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةَ بِإِذْنِ اللَّهِ "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah" dan yang lainnya lebih lemah keyakinannya dan merekalah yang Tak ada " لا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ :mengatakan kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya", sebagaimana riwayat-riwayat berikut ini:
Dari Bisyr bin Mu'adz menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa'id menceritakan kepada kami, dari Qatadah tentang firman Allah:
فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ، قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ، قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَقُوا اللَّهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مع الصابرين
"Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, ia berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah dan Allah beserta orang-orang yang sabar" Demi Allah, sebagian orang mukmin lebih baik dan lebih teguh dari sebagian lainnya dan mereka semua beriman.
Adapun firman Allah : قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُوا اللَّهِ
"Orang orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata" maksudnya, yaitu berkatalah "orang-orang yang mengetahui dan meyakini bahwa mereka akan menemui Allah SWT".
Dari Musa menceritakan kepadaku, ia berkata: Amr menceritakan kepada kami, ia berkata: Asbath menceritakan kepada kami, dari As-Suddi tentang firman Allah: قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَقُوا اللَّهِ
"Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata" yaitu orang-orang yang yakin
Jadi penakwilan ayat ini: Orang-orang yang meyakini hari akhirat dan membenarkan akan kembali pada Allah SWT berkata kepada orang-orang yang mengatakan : لا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya" dengan ucapan كم مِّن فِئَةٍ قليلة "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit", yang dimaksud dengan كم adalah berapa banyak kelompok yang sedikit mengalahkan kelompok yang banyak dengan ketentuan Allah SWT dan takdir-Nya. وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ "Dan Allah beserta orang-orang yang sabar" dan Allah bersama orang-orang yang menahan diri mereka demi ridha dan ketaatan-Nya.
Adapun firman Allah: وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ "Dan Allah beserta orang-orang yang sabar" Maksud Allah SWT: Allah SWT akan menolong orang-orang yang sabar untuk berjihad di jalan-Nya dan ketaatan lainnya. Dan Dia akan membantu mereka dari musuh-musuh-Nya yang menyimpang dari jalan-Nya dan melanggar ajaran agama-Nya. Demikian juga dikatakan untuk orang yang membantu orang lain, bahwa dia bersamanya dengan makna dia bersamanya dalam bantuan dan pertolongan.
sumber : Tafsir At Thabari bag 4 hal 367 sd

Comments
Post a Comment