Sumber Gambar : Chat GPT
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan ( Al Baqarah 164 )
Abu Ja'far mengatakan: para mufassir berselisih pendapat tentang sebab turunnya ayat ini.
Sebagian mereka mengatakan: ayat ini diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi hujjah baginya atas orang-orang musyrik yang menyembah patung dan berhala. Karena ketika Allah menurunkan firman Nya : وَإِلَهُكُمْ إِلَهُ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ -lalu Rasulullah SAW membacakannya atas para sahabatnya, orang-orang musyrik mendengarnya maka mereka pun mengatakan: dan apa bukti atas hal itu? Karena kami mengingkarinya dan menyembah sejumlah tuhan selain-Nya? maka turunlah firman Allah:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Demikian seperti dinyatakan dalam riwayat berikut:
Dari Al Mutsanna bin Ibrahim menceritakan kepadaku, katanya: Abu Hudzaifah menceritakan kepada kami dari Syibil bin Ubad dari Abdullah bin Abi Najih dari Atha' ia berkata: ketika turun ayat berikut di Madinah, yaitu :
وَإِلَيْهُكُمْ إِلَيْهُ وَاحِدٌ لَّا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
maka orang-orang kafir Quraisy Mekah berkata: bagaimana mungkin manusia cukup dengan satu tuhan? maka turunlah firman Allah:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
maka dengan ini kalian mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan bagi segala sesuatu dan Pencipta segala sesuatu
Sebagian mereka mengatakan: ayat ini justeru diturunkan kepada Rasulullah SAW ketika orang-orang musyrik meminta bukti kepada beliau, maka turunlah firman Allah ini menginformasikan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi dan semua yang tersebut dalam ayat adalah bukti ketauhidan Allah, dan bahwasanya tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya bagi yang mau memikirkannya dengan benar dan seksama. Demikian seperti dijelaskan dalam riwayat berikut:
Dari Sufyan bin Wakie' menceritakan kepada kami, katanya: bapakku menceritakan kepada kami dari bapaknya dari Abu Dhuha ia berkata ketika turun firman Allah : وَإِلَهُكُمْ إِلَهُ وَاحِدٌ لَّا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
maka orang-orang musyrik berkata: jika demikian maka datangkan buktinya! Maka turunlah firman Allah:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Dari Al Mutsanna bin Ibrahim menceritakan kepadaku, katanya: Ishaq menceritakan kepada kami, katanya: Ibnu Abi Ja'far menceritakan kepada kami dari bapaknya, ia berkata: Said bin Masruq menceritakan kepadaku dari Abu Dhuha ia berkata: ketika turun firman Allah: على maka orang-orang وَإِلَهُكُمْ إِلَهُ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ musyrik berkata: jika demikian maka datangkan buktinya! Maka turunlah firman Allah:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Dari Al Mutsanna bin Ibrahim menceritakan kepadaku, katanya: Ishaq menceritakan kepada kami, katanya: Ibnu Abi Ja'far menceritakan kepada kami dari bapaknya, ia berkata: Said bin Masruq menceritakan kepadaku dari Abu Dhuha ia berkata: ketika turun firman Allah ini maka orang-orang musyrik merasa heran dan mengatakan: engkau mengatakan bahwa Tuhan kalian adalah Tunggal, maka datangkan buktinya kepada kami jika engkau orang yang benar! Maka turunlah firman Allah: .sampai akhir ayat
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ
Dari Al Qasim menceritakan kepada kami, katanya: Al Husen menceritakan kepada kami, katanya: Hajjaj menceritakan kepadaku dari Ibnu Juraij dari Atha' bin Abi Rabah, ia berkata: adalah orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah SAW: tunjukkan sebuah bukti kepada kami! Maka turumlah firman Allah : إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ sampai akhir ayat.
Dari Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, katanya: Ya'qub Al Qummi menceritakan kepada kami dari Ja'far dari Said ia berkata: adalah orang-orang Quraisy bertanya kepada orang-orang Yahudi: ceritakan kepada kami ayat-ayat yang kalian bawa dari Musa! Maka mereka pun menceritakan tentang tongkat dan cahaya yang memantul dari tangan yang terlihat mata orang-orang yang memandangnya.
Dan bertanya kepada orang-orang Nashrani tentang ayat-ayat yang mereka bawa dari Isa. Lalu mereka memberitahukan bahwa ia dapat menyembuhkan orang yang buta dan sakit kusta dan menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah.
Maka berkatalah orang-orang Quraisy ketika itu kepada Rasulullah: coba minta kepada Tuhan-mu agar menjadikan bukti Shafa sebagai emas agar kami semakin yakin dan kuat dalam melawan musuh!.
Maka Rasulullah pun berdoa kepada Tuhannya, lalu Allah mewahyukan: sesungguhnya Aku akan memberikannya kepada mereka, dan menjadikan bukti Shafa sebagai emas, akan tetapi jika mereka mendustakan maka Aku siksa mereka dengan cerminan yang belum pernah Aku timpakan kepada seorangpun di dunia. Maka bersabadalah Rasulullah SAW: “biarkan aku dengan kaumku, akan aku seru mereka hari demi hari”.
Maka turunlah firman Allah: artinya; bahwa إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ
di dalam itu terdapat bukti-bukti ketauhidan Allah jika mereka benar-benar mau beriman, karena menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan malam dan siang silih berganti adalah lebih besar dari sekedar mengubah bukit Shafa menjadi emas
Dari Musa bin Harun Al Hamdani menceritakan padaku, katanya: Amru bin Hamad menceritakan kepada kami, katanya: Asbath menceritakan kepada kami dari As-Suda tentang firman Allah: maka orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah SAW: coba rubah bukti Shafa ini menjadi emas jika benar ia datang dari-Nya. Maka Allah berfirman: sesungguhnya dalam ayat-ayat ini terdapat bukti-bukti kekuasaan dan ketauhidan bagi orang-orang yang mau berpikir. Dan berfirman: adalah orang-orang sebelum kalian telah meminta bukti-bukti kekuasaan, namun mereka kemudian mengingkarinya.
Abu Ja'far mengatakan: yang benar, bahwa Allah memperingatkan kepada para hamba-Nya bahwa ayat-ayat ini adalah bukti ketauhidan dan ketuhanan-Nya. Dan mungkin saja sebab turunnya adalah seperti yang dikatakan oleh Atha', dan mungkin juga seperti yang dikatakan oleh Said bin Jubair dan Abu Dhuha, karena tidak ada dalil hadits yang pasti mana diantara dua pendapat tersebut yang benar, maka menurut kami kedua-duanya adalah benar.
Penakwilan firman Allah : إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi)
Abu Ja'far mengatakan: penawilannya: sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Dan makna خلق الأشياء berarti menciptakan sesuatu dan mewujudkannya dari tidak ada menjadi ada. Dan pada bagian yang lalu telah kami jelaskan makna الأرض dan alasan kenapa ia tidak disebutkan secara jamak seperti halnya kata السموت dan tidak perlu kami mengulanginya lagi.
Dan jika ada yang bertanya: adakah langit dan bumi memiliki penciptaan yang selainnya sehingga ayat tersebut redaksinya demikian? Jawabannya: para mufassir berselisih pendapat dalam hal ini.
Sebagian mereka berkata: ia memiliki penciptaan selainnya. Mereka berdalil dengan ayat ini dan dengan ayat surah Al Kahfi: yang artinya: "Aku مَا أَشْهَدبُّهُمْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَا خَلْقَ أَنفُسِهِمْ tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri". (QS. Al Kahfi (18):51).
Mereka berkata: Tidaklah Allah menciptakan sesuatu kecuali Dia menghendakinya. Mereka berkata: jadi, segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya, dan kehendak adalah ciptaan-Nya.
Sebagian mereka mengatakan: penciptaan sesuatu adalah sifat baginya, sifat tersebut bukan dia dan bukan pula selainnya. Mereka berkata: jika ia selainnya niscaya ia bersifat sepertinya. Mereka berkata: dan jika dibenarkan bahwa penciptaannya adalah selainnya dan bersifat sepertinya niscaya ia memiliki sifat yang menjadi penciptaan baginya, dan jika demikian maka ia tidak akan berakhir. Mereka berkata: dengan demikian dapat diketahui bahwa ia adalah sifat bagi sesuatu. Mereka berkata: jadi, penciptaan langit dan bumi adalah sifat bagi keduanya seperti yang telah kami jelaskan tadi.
Sebagian mereka berkata: penciptaan langit dan bumi dan penciptaan setiap makhluk adalah ia sendiri bukan yang lainnya211 Jadi, firman Allah: إنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ artinya sesungguhnya pada langit dan bumi.
Penakwilan firman Allah: وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ (Silih bergantinya malam dan siang)
Abu Ja'far mengatakan kata اختلاف adalah mengikuti bentuk افتعال dari akar kata خلف يخلف yang berarti mengganti. Seperti firman-Nya: : artinya وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةٌ لِمَنْ أَرَادَ أَن يَذْكُرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا "Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur". (QS. Al Furqaan (25): 62). Jadi makna ayat; dan silih bergantinya malam dan siang.
Penakwilan firman-Nya : وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِى فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ (bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia)
Abu Ja'far mengatakan: kata الفلك berarti bahtera atau kapal. Ia hanya memiliki satu bentuk kata yang sama, baik dalam bentuk tunggal dan jamak, maupun bentuk mudzakkar dan muannats.
Misalnya yang menggunakan bentuk kata mudzakar Allah berfirman: artinya: "Dan suatu tanda وَءَايَةٌ هُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan". (Qs. Yaasiin [36]: 41).
Sedangkan yang menggunakan bentuk muannats adalah seperti dalam ayatini : وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِى فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ artinya: dan bahtera yang berlayar di lautan yang memberi manfaat bagi manusia.
Penakwilan firman Allah: وَمَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا (Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa udara, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi setelah mati (kering)nya)
Abu Ja'far mengatakan: maksudnya adalah hujan yang diturunkan Allah dari langit, dimana dengannya Allah menyuburkan bumi dan menumbuhkan tanaman-tanamannya yang sebelumnya ia mati dan tidak menumbuhkan tanaman.
Penakwilan firman Allah: وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ (dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan)
Abu Ja'far mengatakan: dhamir هاء pada kata فيها kembali kepada الأرض dan artinya dan menebarkan di dalamnya segala macam jenis binatang.
Penakwilan firman Allah: وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ (dan pengisaran angin)
Abu Ja'far mengatakan: adapun pengisaran angin yang mengendalikan Allah antara langit dan bumi; sesekali untuk mengawinkan tumbuh-tumbuhan, sesekali untuk membinasakan suatu kaum, dan sesekali untuk menjadi siksa yang menghancurkan segala sesuatu atas perintah Tuhannya. Demikian seperti dijelaskan dalam riwayat berikut:
Dari Bisyr bin Mu'adz menceritakan kepada kami, katanya: Yazid bin Zurai' menceritakan kepada kami, katanya: Said menceritakan kepada kami dari Qatadah : وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسِّحَابِ الْمُسَحْرِ ia berkata: demi Allah, Allah berkuasa untuk melakukan hal itu, jika berkehendak Dia menjadikannya sebagai rahmat yang menggiring awan dan menurunkan hujan, dan jika berkehendak Dia menjadikannya sebagai adzab yang menghancurkan.
Sebagian ahli bahasa mengira bahwa وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ maknanya; hembusan angin selatan, utara, ke depan dan ke belakang. Kemudian mengatakan: dan itulah pengisaran yang dimaksud atasnya. Dan sifat ini adalah sifat hembusannya, bukan sifat pengisarannya, dan berbeda antara hembusan dan pengisaran.
Penakwilan firman Allah : وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (dan awan yang mengendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah bagi umat yang berpikir)
Abu Ja'far mengatakan kata السحاب adalah bentuk jamak dari kata سحابة seperti firman Allah Ta'ala:وَيُنشِئُ السَّحَابَ الثَّقَالَ artinya dan Dia mengadakan awan mendung". (QS. Ar-Ra'd [13]:12). Dan disebut السحاب -mudah-mudahan benar-karena sebagiannya menarik sebagian yang lain.
Adapun yang dimaksud dengan لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ yaitu tanda dan bukti bagi orang-orang yang berakal bahwa Pencipta itu semua adalah Tuhan Yang Maha Esa. Lewat ayat ini Allah menginformasikan bahwa dalil-dalil tersebut dinyatakan untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berakal agar memikirkan dengan baik dan seksama.
Jika ada orang yang berkata: bagaimana ayat ini menjadi hujjah bagi keesaan Allah sementara sejumlah orang kafir mengingkari bahwa langit dan bumi adalah ciptaan-Nya? Jawabannya: pengingkaran sebagian mereka tidak menghalangi bahwa semua yang tersebut dalam ayat ini adalah dalil atas wujud Penciptanya.
Namun demikian, sesungguhnya Allah berhujjah atas sekelompok kaum yang meyakini bahwa Allah adalah Pencipta mereka, namun mereka enggan menyebarkan ibadah kepada-Nya dan menjadikan patung serta berhala sebagai sesembahan mereka selain Allah. Mereka itulah yang ditantang Allah, yang mengingkari wujud Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya, bukan orang-orang yang mengingkari wujud Allah sebagai Tuhan Yang Maha Pencipta.
Karenanya, sesudah Allah menguraikan sejumlah kenikmatan yang dianugerahkan kepada mereka sebagai bukti ketauhidan-Nya, Allah kemudian menyatakan: هَلْ مِن شُرَكَابِكُم مِّن يَفْعَلُ مِن ذَلِكُم مِّن شَيْءٍ Artinya: Adakah diantara yang kalian bersekutu dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu?”. (QS. Ar-Ruum [30]: 40).
Sumber : Tafsir At Thabari bag 2 hal 716 sd 725

Comments
Post a Comment